Mengenal 2 Mode Penginstalan Dalam Linux

Mengenal 2 Mode Penginstalan Dalam Linux

Linux merupakan sistem operasi yang sangat powerfull menurut saya, selain open source linux juga tidak memakan banyak ram dan sumber daya. Di tahun ini banyak sekali bermunculan distro-distro baru linux dan menurut saya itu sangat bagus disisi lain saya juga menggunakan linux untuk meningkatkan produktivitas. Saat pertama kali menginstall linux kita akan disuguhkan 2 pilihan instalasi setelah kita melewati grub menu, nah disini saya akan menjelaskan fungsi dari 2 mode instalasi tersebut, mulai dari live mode sampai install on hardisk.
Mengenal 2 Mode Penginstalan Dalam Linux

Live Mode Installation

Dalam mode ini instalasi tidak dijalankan secara penuh, system hanya perlu mengload file-file yang dianggap penting untuk menjalankan linux secara cepat dan ini tidak membutuhkan waktu yang lama, mungkin kekurangannya terdapat pada segi kecepatan sistem operasi linux, karena disini hanya menginstall system yang penting saja tanpa adanya hardware luar atau driver. Kita juga bisa menguji sistem operasi linux dengan mode live ini, seperti memodifikasi hal yang dibutuhkan, melakukan repair, system recovery, boot repair ataupun melakukan backup, untuk live mode ini hanyalah bersifat sementara jadi ketika kita melakukan booting konfigurasi atau modifikasi yang pernah kita lakukan agar hilang dan kembali seperti semula.

Install On Harddisk

Mode ini berfungsi untuk menginstall semua system, aplikasi, driver beserta konfigurasi lainnya ke dalam harddisk, dan ini merupakan mode penginstalan yang selalu digunakan ketika ingin menggunakan sistem operasi linux ke dalam harddisk kita, agar bisa digunakan berulang kali atau bisa disebut memasang sistem operasi ke dalam harddisk. Dengan mode ini kita tidak perlu kuatir ketika melakukan modifikasi pada sistem operasi, karena ketika kita selesai memodifikasi dan melakukan reboot, modifikasi tidak akan hilang dan akan tetap ada begitu juga dengan error. Untuk mengatasi error seperti tidak bisa masuk ke dalam sistem operasi dan lain sebagainya, maka Live Mode Installation berguna untuk mengatasi hal tersebut

Kesimpulan

2 mode penginstalan tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri, jika kita ingin mengtest tanpa melakukan instalasi kedalam harddisk atau ingin melakukan maintance dan repair maka bisa menggunakan Live Mode, tetapi jika kita ingin menginstall sistem operasi tanpa adanya test dan ingin mempercepat waktu maka Install On Harddisk menjadi solusinya.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar